Lihat Aku

Kamis, 11 April 2013

31 agustus 2012 (ariesta 2)

Detak jantungku, hembus napasku, kedipan mataku, bisikan dutelinga, sentuhan dikulitku, teriakan dan lengkingan dari suaraku.
Dan juga juga perasaan yang tersimpan dalam hati. Hari ini, kemarin dan nanti kan kutulin sebagai catatan detik ini 31 agustus 2012 jumat 12;25. Kisah hari-hari yang bagiku belum berarti, kebahagiiaan yang belum bisa diraih, pekerjaan yg dibanggakan, jabatan yg diagungkan dan wanita yang aku cintai (semua belum aku rangkuli) kemarin aku adalah pelajar yang ditanggung oleh orang tua ku, hari ini aku pengangguran yang tak tentu arah, namun esok aku harus gapai cita-citaku. Kadang aku terdiam dan menyesali langkahku, kadang aku termangu melihat jejak langkahku, dan kadang aku tegar tuk hadapi hidup yang bahagia ketika keluhanku kuserahkan pada tuhan (alloh swt). Hidup itu memang adalah cerita yang kelak akan disampaikan atau diulang kembali oleh anak cuucu kita, jadi tergantung catatan yang kita tulis mka itu yg akan dibacakan kelak.  seperti saat ini aku hanya bisa bicara dan belum bisa berbuat, tapi aku tetap bersukur karna masih bisa didengar, tapi besok aku akan berbuat agar bisa dilihat. Karna ketika sinergi antara lisan dan tulisan maka terciptalah seharah.kehdupanku hari ini masih terasa pahit dan sangat mengeringkan tenggorokanku, aku butuh air dan setetes madu, namun itu hanya hayalan jikala keadaan tak aku rubah. Tat kala angin bertiup kebarat dan ketimur aku bagai debu yang bisa tertiup begiitu saja karna akar pohon belum merangkulku sebagai mana tanah yang basah, Kadang aku berhayal ketika aku kelak mati apa yang akan dikenang anak cucuku kala ku mati jika tak ada yang bisa mereka banggakan, dan akupun langsung terpaku.
Kadang aku terpana saat kulihat orang disekelilingku yang lebih murung dariku karna meratapi kehidupanya lebih miris dariku dan akupun merasa tenang dan coba membagi kebahagianku, dan kadang aku merasa gelap gulita ketika kulihat orang di sekelilingku mempunyai harta berlimpah dan hidup mewah....
Dan aku terperanjak dari semua lamunku. Aku harus bangkin dan bergerak karna tuhan masih memberikan kesabaran dan ketegaran kepadaku tuk jlani hidup.
Dan aku pun berkata jalanku masih panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar